logo blog

PELANTIKAN PENGURUS HISBU 2017/2018

HISBU BUSTANUL ULUM PAGERHARJO

Selamat atas dilantiknya pengurus Himpunan Siswa Bustanul Ulum Pagerharjo Masa Bhakti 2017/2018, dan Terimakasih kepada Pengurus HISBU Demisioner yang telah berhasil membawa dan mengibarkan bendera HISBU dalam kesuksesan di tahun sebelumnya.

HISBU BUSTANUL ULUM PAGERHARJO

Sabtu, 12 Agustus 2017 dilaksanakan Upacara Serah Terima Jabatan Pengurus HISBU di Lapangan Madrasah Bustanul Ulum dengan penuh himad. Menandakan kesiapan etos kerja dan koordinasi yang prima dari pengurus HISBU yang lama maupun yang baru.
HISBU BUSTANUL ULUM PAGERHARJO
Pengurus HISBU Demisioner

Dipimpin langsung oleh Kepala MA Bapak Teguh Prasetya, SE upacara berjalan dengan sukses dan lancar. Beberapa Pengurus yang tersusun semoga mampu bekerja selama setahun kedepan bersama pembimping HISBU Bapak Iksan Sunaryo, S.Pd.I dan Ibu Surikah, SP.

HISBU BUSTANUL ULUM PAGERHARJO

PENGURUS HIMPUNAN SISWA-SISWI BUSTANUL ULUM (HISBU)
TAHUN PELAJARAN 2017-2018

Penasihat        :           Teguh Prasetya,SE
Pembina          :           Iksan Sunaryo,s.Pd.I
                                    Surikah, S.P.
Ketua              :            Muhammad Nur Latif
Wakil ketua     :            Irsyad Habib Nur Musthofa
Sekretaris 1     :           Ilma Tajriyatul Fauziyah
Sekretaris 2     :           Abdul Halim
Bendahara 1    :           Dewi Purwanti
Bendahara 2    :           Fuad Naharul Kamal

HISBU BUSTANUL ULUM PAGERHARJO

Seksi-seksi
Seksi ketaqwaan  dan keagamaan                   : 1. Ahmad Izzul Umam
                                                                            2. Elsa Widya Sari
Seksi kesehatan Jasmani dan rohani               : 1. Sheila Nisa Sernila
                                                                            2. Siti Fatimah Zahroh         
Seksi ketrampilan dan kewirausahaan             : 1. Dinda Ainur Rohmah
                                                                            2. Dur Haqqi Nazili  
Seksi apresiasi seni                                          : 1. Edi Karisma
                                                                            2. M. Abdul Jabbar              
Seksi keamanan dan ketertiban madrasah      : 1. Ruly Nashrullah
                                                                            2. Nur Khanif                       
Seksi kepribadian dan budi pekerti                   : 1. Linda Larasati
                                                                            2. Akhmad Yasin
Seksi kehidupan Berbangsa dan Bernegara    : 1. Dwi Rini Puspitasari

                                                                            2. Ahmad Ishlah

HISBU BUSTANUL ULUM PAGERHARJO
PENGURUS HISBU BARU 2017/2018

Selamat dan Sukses HISBU Bustanul Ulum !!!
Saatnya yang Muda yang Berkarya.

Sang Kiyai Idola


BUSTANUL ULUM PAGERHARJO


K. H. Ihsan Siraj, begitu masyarakat memanggilnya. Ayah 3 anak ini merupakan sosok kiyai pemuka agama di wilayah Kecamatan Wedarijaksa Pati. Bertempat tinggal di Desa Panggungroyom Rt 05 Rw 03, sebagai pengasuh Pondok Pesantren Sabilil Huda. Yi Ihsan, juga mengelola Pendidikan Madrasah Diniyah Manba’ul Hidayah di wilayah Desa Panggungroyom sebagai penyeimbang pendidikan umum bagi generasi muda penerus bangsa. Kiprah beliau dalam mengembangkan keagamaan untuk para santri-santri sangatlah besar, terutama di Madrasah Bustanul Ulum. Beliau begitu dekat dengan semua santri sehingga keberadaannya sangat dinantikan. Gaya tarbiyah yang humoris menambah gairah santri dalam mendengarkan ceramah-ceramahnya.

BUSTANUL ULUM PAGERHARJO

Banyak inspirasi dan teladan yang beliau berikan kepada para murid-muridnya, sehingga tidak sulit untuk menempatkan beliau sebagai “sang kiyai idola”. Terlebih jika kita tahu bagaimana perjuangan beliau dari kecil sampai remaja dalam upaya bertholabul ilmi, dan mengembangkan islam disetiap helai nafasnya. Pernah suatu ketika, Yi Ihsan menceritakan tentang masa kecilnya ketika sekolah di SR (Sekolah Rakyat), dengan mengenakan seragam sekolah seadanya, sepatu yang hanya dipakai hari senin saja. Itupun berangkat dan pulang di tenteng, hanya di pakai saat di sekolah. Belum lagi ketika menjadi petugas upacara nama yang ditempel di baju, terbuat dari tulisan kertas dibungkus plastik putih dan ditempel di seragam kebanggannya.

BUSTANUL ULUM PAGERHARJO

Yi ihsan remaja, banyak menghabiskan waktunya di Masjid Al-Mubarok Wedarijaksa, karena saat itu beliau mengabdikan diri belajar agama sekaligus mejadi marbot disana. Meski dalam kondisi yang sulit, yang namanya tholabul ilmi memang disertai dengan perjuangan yang keras. Diceritakan untuk belajar mengaji, ditempuh dengan berjalan kaki, dan itu setiap hari tanpa ada rasa kesal didalam hati, karena semua dijalani dengan tulus dan ihlas.

BUSTANUL ULUM PAGERHARJO

Sehingga dengan kisah perjuangan beliau yang memang patut untuk diacungi jempol, menjadi sebuah motivasi dan penyemangat bagi seluruh santri dan pengagum beliau. Semoga kesehatan selalu menyertai beliau dan keluarga. Selamanya beliau adalah “Sang Idola” yang tidak tergantikan.

“Mungkin jarak nampak memisahkan, tetapi hati selamanya akan terikat”


Ihsan Junior

HASIL FORUM DISKUSI SANTRI SE-KAB. PATI



Asna Aksi Indosiar
Berfoto, baik Muslim maupun Muslimah, adalah perkara muamalah yang hukum asalnya boleh.

Kaidah fikih menyebutkan,
al-Aslu fil mu’amalah al-ibahah hatta yadullad dalilu ‘ala at-tahrim
 (asal hukum mu’amalah adalah boleh sampai ada dalil yang mengharamkannya).

Sebagian kelompok memang pernah mengharamkan foto, khususnya foto dengan objek makhluk bernyawa. Mereka berpendapat, foto sama saja dengan gambar atau lukisan. Berdalil dari hadis Rasulullah SAW, “Sesungguhnya, manusia yang paling keras disiksa di hari Kiamat adalah para tukang gambar (yang mereka yang meniru ciptaan Allah).” (HR Bukhari Muslim).
            Namun, pendapat kalangan ini banyak dibantah. Bantahan paling mematahkan dari teknis fotografi sendiri. Teknik pengambilan foto sama sekali berbeda dengan lukisan. Tidak ada unsur meniru dalam fotografi karena hanya mencetak objek hasil dari bayangan.
            Jadi, fotografi sama sekali tak bisa disamakan dengan melukis, seperti disebutkan dalam hadis tersebut.

Forum Diskusi Santri HISBU Kab. Pati 2016
Foto Asna Aksi Indosiar & Uly Da'i Muda Indonesia MNCTV
Selfie sah-sah saja. Masalah nanti selfie tujuanya apa  tergantung tujuan masing-masing pribadinya . kalau tujuanya untuk dijadikan kenangan bahwa suatu saat akan jadi sesuatu yang berharga.tak ada masalah. Atau mungkin orang melakukan selfie dengan alasan agar menginspirasi orang lain. Bahkan gus mus saja sering upload kemesraan dengan keluarga. Dan saya yakin itu tujuannya baik.
            Yang jelas Islam melarang ujub. Dan selfie ini belum ada dalil yang jelas, masih khilafiah. Dan selfie belum menyentuh ranah boleh atau tidak boleh (halal/haram) tapi hanya menyentuh ranah pantas atau tak pantas (moral) jadi masih bisa diolah-olah. hiiiiiii Yang terpenting tidak berlebihan dan tidak menyentuh ranah-ranah keharaman. Misal pamer aurat.

Forum Diskusi Santri HISBU Kab. Pati 2016
Asna & Uly Sebagai Keynote Spiker, Arya Sebagai Moderator
Selfie memang lebih banyak digandrungi kaum hawa. Terkhusus, bagi Muslimah yang ingin selfie, dipesankan untuk menjaga adab-adab Islami ketika berfoto.

  • menutup aurat secara sempurna dan memastikan tidak ada aurat yang tersingkap
  • menjaga akhlak dan sikap dengan baik
  • tidak meniru pose-pose wanita Jahiliyah sehingga berpotensi membangkitkan keinginan orang-orang jahat untuk berbuat negatif.
  • Bagi Muslimah yang ingin mengunggah foto-fotonya ke internet juga perlu kehati-hatian.

Beberapa Pandangan tentang selfie oleh para kiai, dan MUI :

Ahmad Fauzi Hamzah, (anggota tim perumus forum bahtsul masail dari salah satu pondok pesantren Blitar).
            Selfie masih diperbolehkan, dengan alasan tertentu. Selfie haram hukumnya bila sampai menimbulkan fitnah”.           
                        Adapun Kriteria fitnah itu diantaranya:
  1. foto selfie yang mampu memunculkan ketertarikan lawan jenis. Dan akhirnya berbuat yang tidak benar.
  2. Foto seronok yang tidak sesuai etika dan kepatutan
  3. foto yang memancing orang lain untuk berkomentar negatif

Tengku Zulkarnain (Wakil Sekretaris Jenderal MUI)
Mengaku tidak  mempermasalahkan fenomena  foto  selfie yang  dilakukan  seorang  wanita  muslimah  yang kemudian  diunggah  ke media  sosial . “Yang penting tidak buka aurat). Menurut Zulkarnain, hal yang menjadi penilaian ulama cukup hanya berurusan pada masalah zhahirnya saja. Maksudnya, masalah batin seperti niat tidak menjadi urusan ulama. Menurutnya, masalah niat itu menjadi persoalan wanita itu dengan Allah SWT.

Menurut Ustadz Felix
Selfie itu kebanyakan berujung pada TAKABBUR, RIYA, sedikitnya UJUB buat cewek apalagi cowok, lebih baik hindari yang namanya foto selfie, nggak ada manfaatnya banyak mudharatnya.

Dampak Selfie

Positif

  •   Memiliki kepercayaan diri
  •   Pandai mengeksplorasi kemampuan atau keahlian yang dimilikinya
  •   Bisa menjadi hiburan
  •   Sebagai penyampaian pesan positif kepada orang lain


Negatif

  •   Membuat seseorang menjadi kecanduan
  •   Dapat menjauhkan seseorang dari kontak dunia nyata
  •   Dapat membuat seseorang sangat mencintai dirinya sendiri
  •   Bisa mengganggu ketidaknyamanan orang lain


    Forum Diskusi Santri HISBU Kab. Pati 2016
    Foto Bersama Setelah Kegiatan Selesai Bersama Tamu Undangan dan Nara Sumber
    Jadi Intinya Foto Selfie pada dasarnya boleh dilakukan, masalah persoalan diunggah ke Media Sosial itu yang perlu dilihat, niat dan motifasinya. apabila baik dan untuk kebaikan maka diperbolehkan akan tetapi kalau niatnya Ujub, Takabbur, Ananiyah, Fitnah, dan beberapa sifat tercela. maka haram hukumnya. 

    Panitia Forum Diskusi Santri HISBU 2016

HISBU is the best


Madrasah Bustanul Ulum Pagerharjo
Azza, Wahyu, Heri (Pengurus HISBU MA 2015/2016)

Masih menjadi idaman. Kalimat itu yang terbesit ketika melihat Pengurus HISBU sedang berkegiatan di Madrasah. Sebuah kebanggan tersendiri bagi mereka yang menjabat sebagai Pengurus Himpunan Siswa Bustanul Ulum. Selain aktif dalam proses belajar mengajar di kelas, mereka para punggawa HISBU mengaplikasikan keterampilan dan kreatifitas mereka diluar jam sekolah dengan kegiatan-kegiatan positif untuk pengembangan siswa.

Pada tahun ini, uforia HISBU mulai akan bergenderang, dengan susunan agenda kegiatan yang akan segera dilaksanakan. Terlebih dengan aktifnya pengurus HISBU mulai dari tingkat Ibtida’iyah, Tsanawiyah hingga Aliyah. Dibawah bimbingan Bapak Moh. Sholeh, S.Pd.I (MI), Iksan Sunaryo, S.Pd.I (MTs) dan Nur Salim, S. Pd. I (MA), kedepan siap membawa generasi Yi Ubaidah untuk mampu berproses menjadi “zaidun” yang di idam-idamkan mampu membawa perubahan yang signifikan bagi Madrasah Bustanul Ulum Pagerharjo.
Himpunan Siswa Bustanul Ulum Pagerharjo
Pengurus HISBU MA Bersama Pembina Nur Salim, S.Pd.I
 
Himpunan Siswa Bustanul Ulum Pagerharjo
Pengurus HISBU MTs Bersama Pembina Iksan Sunaryo, S.Pd.I
Himpunan Siswa Bustanul Ulum Pagerharjo
Pengurus HISBU MI Bersama Pembina Moh. Sholeh, S.Pd.I
Beberapa kegiatan Unggulan yang berkembang baru-baru ini adalah Kegiatan Forum Diskusi Santri, bahsul Masa’il Tingkat Kabupaten dan Study Banding Kegiatan OSIS di Lembaga Terkait. Tetapi untuk kegiatan rutinitas juga tidak ketinggalan juga. Bagi mereka tiada hari tanpa kegiatan. Dan bagi pembina mereka selalu bilang “pantang menolak tugas”. Selamat untuk seluruh pengurus HISBU, jadilah kebanggan untuk Madrasahmu, jadilah bintang yang bersinar untuk Bustanul Ulum.

Salam HISBU ‘06/ ’07.