logo blog

MOS MTs Bustanul Ulum Menyenangkan



MTs Bustanul Ulum Pagerharjo

Pertama kali masuk sekolah kami di suruh untuk masuk ke ruang kelas 7A untuk tempat putri dan 7B untuk laki-laki. 
Setelah kami masuk beberapa menit ada panitia MOS yang datang.Lalu panitia MOS itu menerangkan semuanya termasuk topi yang di buat dari bola yang di belah menjadi 2 bagian dan dihias dengan kertas jepun,membawa taplak meja,membuat papan nama yang terbuat dari kardus yang di potong menjadi lingkaran dan di tempel kertas asturo hijau yg ditulis nama,alamat,dan asal sekolah,berseragam osis /biru-putih,berkaos kaki putih,toples berisi buku,bolpoin,uang saku.
 
MTs Bustanul Ulum Pagerharjo
Hari pertama MOS kami memakai atribute yang telah disiapkan.Kami disuruh masuk ke aula sekolah untuk berkumpul.Di aula kami berkenalan dengan teman-teman yang lain diantaranya Syauqi,Ikmal,dan Hilmi.Lalu kami di suruh panitia MOS untuk ke halaman untuk mengikuti upacara pembukaan MOS. Setelah upacara,di aula ada lomba-lomba yang sangat seru yang diadakan oleh panitia MOS.Setelah beberapa lomba, kami mengumpulkan toples yang kami bawa.Setelah itu kami di suruh untuk membawa jarik untuk laki-laki dan sarung untuk perempuan dan juga membawa jajan untuk hari ke dua MOS.

MTs Bustanul Ulum Pagerharjo
Hari ke dua MOS sama saja seperti hari pertama ada banyak game yang telah di sediakan tetapi agak berbeda kali ini yang laki-laki disuruh bermain menggunakan jarik dan sebaliknya.
Hari ke tiga MOS semua calon peserta didik memakai baju olah raga yg disuruh panitia di hari kedua MOS dan seperti  biasa memakai atribute dan memakai kaos kaki hitam kiri putih atau sebaliknya. Hari ketiga sangat berbeda dari hari sebelumnya karena hari pertama dan kedua adalah game didalam ruangan tetapi hari ketiga kami disuruh kehalaman untuk bermain game di luar.Game-game diluar sangat seru.Kami senang sekali mengikuti MOS.Sampai di sini saja kita membahas tentang MOS di BustanulUlum.Terima kasih.

MTs Bustanul Ulum Pagerharjo
M. Azharuddin Hilmi,Zuhad Syauqi Ali,Ikmal Yaqinaka Asro P.

Pendekar Samba



Bustanul Ulum Pagerharjo
Yayasan Ittihadul Muslimin Perguruan Islam Bustanul Ulum Desa Pagerharjo Kecamatan Wedarijaksa merupakan salah satu lembaga pendidikan bernafaskan islam yang mengangkat konsep kreatifitas siswa sebagai ajang keunggulan lulusan madrasah. Salah satu bidang kesenian yang masih menjadi keunggulannya adalah Ababil The Marching Band (AMB) yang saat ini telah melahirkan generasi generasi baru yang luar biasa. Perkembangan yang pesat sangat nampak jelas dimata kita, Ababil yang sekarang hampir mendekati impian sang Maestro Kyai Ubaidah yang selama itu berjuang menghadirkan Drum Band di tengah tengah kekolotan kiyai dan santri dimasa itu. Lewat tangan tangan terampil adek adek kita yang tidak berhenti bermimpi dan berharap, saat ini Ababil The Marching Band mampu membuktikan kepada masyarakat bahwa mereka patut menjadi kebanggan sejati. Managerial yang dilakukan Bapak Ahmad Muzayyin, S. Pd, bapak Sugiman, S. Pd. I, dkk dalam sekejap mampu menaikkan pamor AMB melonjak drastis. Bimbingan pelatih pelatih muda yang digawangi oleh Kang Budi, Mbak Lala dan Mas Reza juga sangat mudah diterima para pemain dalam membuat ransement lagu dan tampilan yang apik.

Bustanul Ulum Pagerharjo

Hal ini mungkin sudah menjadi suratan Ilahi bahwa “dimana ada kemauan di situ ada jalan”. Itu yang kiranya dapat penulis lihat. Karena ditengah kesibukan kegiatan siswa dan pembelajaran di Madrasah Bustanul Ulum yang padat bahkan super padat, mereka mampu mencari waktu untuk menyalurkan bakat bermusiknya lewat AMB ini.

Bustanul Ulum Pagerharjo
 Pasangan Emas AMB
Sebutan yang baru baru ini untuk personil AMB adalah “Pendekar Samba”. Pendekar Sangkakala Ababil Bustanul Ulum. Bagaimana tidak ??? dengan kegiatan mereka di AMB, merekalah yang ikut menjunjung nama baik dan mempromosikan Bustanul Ulum dikancah kabupaten dan sekitarnya. Selain keunggulan prestasi siswa, musik merupakan salah satu sarana untuk menunjukkan kepada masyarakat. Kalo kita sedikit menoleh dimana perjuangan Sunan Kalijaga, yang menggunakan gamelan dan wayang untuk memperkenalkan Agama Islam tentu kita bisa mengambil kesimpulan yang positif dari kegiatan adik adik kita. Semangat perjuangan Kyai Ubaidah mengalir deras di denyut nadi para Pendekar samba ini.
Jaya terus Ababil The Marching band Bustanul Ulum, lanjutkan perjuanganmu para Pendekar Samba.

Para Pejabat Dan Tamu Yang Pernah Hadir di Bustanul Ulum

Para Pejabat Dan Tamu Yang Pernah Hadir di Bustanul Ulum
Tentu kita sangat bangga bisa menuntut ilmu disebuah Madrasah ditengah-tengah suasana pedesaan. Madrasah Bustanul Ulum yang berdiri pada tahun 1966 hingga kini telah berusia hampir setengah abad yaitu 49 tahun.

Beberapa pejabat dan tamu-tamu istimewa ternyata pernah singgah di Bustanul Ulum. Ada yang sekedar meninjau, ada pula yang ikut memeriahkan acara akhirussanah. Yang paling diingat oleh masyarakat adalah kedatangan KH. Rhoma Irama. Kok bisa ya madrasah sesederhana itu mendatangkan seseorang yang terkenal ?

Kala itu berbagai protes juga datang dari para kyai sekitar karena Alm. Yi Kamad mendatangkan seseorang yang suka berdangdut. Tetapi dengan santai dan rasa humornya, Alm. Yi Ubaidah menjelaskan kepada mereka semua "Jangan bicara ! Jangan bicara itu salah tidak benar!"

Selain Rhoma Irama, ada juga beberapa muballigh dari Jakarta yang pernah hadir di Perguruan Islam Bustanul Ulum. Siapa sajakah ?

Berikut beberapa pejabat dan tamu agung yang pernah hadir maupun dihadirkan di Perguruan Islam Bustanul Ulum :

Tahun 1989 : Bp. Sekwilda TK.II Kab.Pati, Meninjau Kebaradaan MTs. Bustanul Ulum

Tahun 1989 : Ka. Kandepag Pati, meninjau kebaradaan MTs. Bustanul Ulum

Tahun 1991 : Bp. Sekwilda TK. II Kab.Pati dan Ka.Kandepag Pati, meninjau Keberadaan MA Bustanul Ulum.

Tahun 1994 : Ustadz Mu’ammar ZA ( Juara I Qori’ Internasional ) dalam acara HUT PIB ke 28

Tahun 1995 : Ustadz Arafat Basuni dan Ustadz Abdul hakam, Dosen dari Mesir, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Tahun 1995 : Ustadz Mu’amar ZA ( Qori’ Internasional ) dalam acara HUT PIB ke 29

Tahun 1996 : Ustadz Rhoma Irama ( Tokoh Musik Muslim Internasional / Da’I Kondang Nasional ) dalam acara menyongsong 30 Tahun Perguruan Islam Bustanul Ulum / Halal Bihalal.

Tahun 2012 : Ustadz Syahrul Syah (Obat Hati Indosiar) dalam acara HUT PIB ke 46

Tahun 2013 : Ustadz Taufiqurrahman, SQ (Ustadz Pantun Metro TV) dalam acara HUT PIB ke 47

Tahun 2014 : Ustadz Ali As'ad (Qori' Nasional) dalam acara HUT PIB ke 48

Tahun 2015 : Ustadz Syarif Rahmat (TVOne Jakarta) dalam acara HUT PIB ke 49

Ababil Marching Band Performance Karnaval Desa Gunting 2015

Ababil Marching Band yang merupakan Marching Band kebanggaan dari Madrasah Bustanul Ulum kembali performance. Tanggal 1 Juni 2015, Ababil ikut menghibur dan memeriahkan Karnaval di desa Gunting, Tlogowungu.

Ababil Marching Band Performance Karnaval Desa Gunting 2015

Acara tersebut dalam rangka Khaul Mbah Rusydi yang merupakan salah satu pejuang islam di daerah tersebut. Mbah Rusydi sendiri diketahui adalah kakak dari Alm. Syekh Ubaidah (Pendiri Bustanul Ulum).




Bangga Menjadi Siswa yang Produktif dan Berprestasi

Bangga Menjadi Siswa yang Produktif dan Berprestasi
Banyak siswa yang beranggapan bahwa masa sekolah adalah masa yang menggembirakan. Hal ini benar adanya, banyak orang dewasa yang merasakan hal ini juga, ketika mereka sudah bergelut dengan permasalahan kerja dan kehidupan, rasanya masa sekolah ada kenangan yang ingin diungkap kembali. Tetapi dari kenangan anak sekolah, kelas 2 adalah kelas yang dianggap fantastis, dengan alasan kalau kelas 1 masih kekanak-kanakan, dan kelas 3 sudah disibukkan dengan ujian. Oleh sebab itu kehebohan anak sekolah biasanya dilakukan ketika kelas 2.

Madrasah Bustanul Ulum Pagerharjo, adalah salah satu sekolah yang masih mempercayakan kegiatan sekolah kepada anak-anak kelas 2, terkhusus kelas 2 aliyah. Pengurus OSIS yang diberi nama HISBU (Himpunan Siswa Bustanul Ulum) dibentuk ketika anak-anak kelas 1 naik ke kelas 2 pada awal tahun pelajaran. Akan tetapi disini banyak sekali polemik yang dihadapi oleh anak-anak. Mereka bingung untuk memilih, konsentrasi di pelajaran apa aktif di kegiatan sekolah?? Sehingga pemikiran seperti ini hampir selalu membanjiri pemikiran siswa pada saat itu.

Berdasarkan survei yang sudah ada, ternyata menjadi pengurus HISBU mampu membentuk karakter siswa yang lebih dari yang lain. Hal ini dibuktikan dengan pencapaian potensi dan ketrampilan yang lebih, sehingga justru mereka mampu menunjang pembelajaran bagi mereka yang benar-benar aktif dalam kegiatan. Hal ini sudah dirasakan oleh Pengurus HISBU Tahun Pelajaran 2014/2015, setelah masuk semester 2, mereka mampu mengendalikan pelajaran dan kegiatan, disamping mereka sukses di pembelajaran mereka juga tetap mendapatkan predikat siswa aktif dan produktif, sehingga kepuasan keduanya mampu diwujudkan.

Hal ini tampak pada kegiatan rutinitas salah satu Departemen HISBU, yakni Bidang Kebangsaan dan Ketahanan Negara, yang anggota timnya selalu kompak untuk menegakkan ketertiban dan keamanan madrasah, baik didalam maupun dilingkungan madrasah. Serta mengadakan kegiatan upacara bendera dan apel untuk menyampaikan informasi kepada seluruh siswa, serta menanamkan jiwa patriot dan kebangsaan pada diri siswa. Langkah tegap para pengibar bendera dan pemimpin upacara mampu membius peserta upacara untuk hikmat melaksanakan kegiatan upacara.

Sukses semua kegiatan HISBU (Himpunan Siswa Bustanul Ulum) Tahun Pelajaran 2014/2015. Semoga amal bhakti kalian bermanfaat untuk kehidupan di masa mendatang. Amin.